NON FIKSI

 NON FIKSI


Judul buku : Teuku Umar Leadership


Nama Penulis : Zainal Putra dan Jasman J. Ma'ruf


Jumlah halaman : 271


Sinopsis :

Teuku Umar adalah seorang panglima perang yang sangat gigih melawan penjajah Belanda di bumi Aceh. Saat itu ia sangat ditakuti oleh pihak musuh dan menjadi buah bibir di seluruh penjuru Nusantara, dan bahkan sampai ke Negeri Belanda. Banyak penulis asing memberikan perhatian terhadap perjuangan Teuku Umar, mengulas berita perjuangannya dan deritanya. Bahkan dikatakan hampir semua buku sejarah yang mengulas sejarah Indonesia, selalu menyinggung sosok Teuku Umar, baik yang ditulis oleh penulis Indonesia maupun penulis asing. Hal ini menandakan bahwa tokoh tersebut bukan sembarang orang.


Mempelajari sejarah perjuangan Teuku Umar, dan dari hasil kajian yang mendalam, di balik ketokohan dan mental heroik dari seorang Teuku Umar dapat kita petik nilai-nilai kepemimpinan yang sangat relevan untuk diimplementasikan dalam organisasi mana pun, dan dalam lintas budaya apa pun. Buku ini dapat menjadi inspirasi dan referensi bagi mahasiswa, praktisi, dan pemimpin organisasi sektor publik/privat dalam menghadapi lingkungan yang sangat dinamis, tidak stabil, dan penuh tantangan di masa mendatang.


“Buku ini disusun sedemikian rupa sehingga bisa menjadi tolok ukur untuk masyarakat terhadap kepemimpinan Teuku Umar,” tutur Wakil Dekan I FISIP Universitas Teuku Umar itu.


Sudut pandang : Sudut pandang dalam buku Teuku Umar Leadership adalah cara Teuku Umar dalam memengaruhi pengikutnya melalui karakter kepemimpinannya. 


*Berikut beberapa nilai-nilai kepahlawanan Teuku Umar: 

•Memiliki semangat juang untuk membela kemerdekaan.

•Memiliki sifat dermawan dan suka membantu rakyatnya.

•Dekat dengan rakyatnya.

•Mampu mengelabui penjajah Belanda untuk membantu rakyat mendapatkan kebutuhan baik pangan maupun sandang.


*Beberapa strategi perang yang dilakukan Teuku Umar: 

•Berpura-pura menyerah kepada Belanda untuk mendapatkan senjata dan persediaan.

•Melanjutkan perlawanan dengan menggunakan sumber daya yang didapat dari Belanda.


Nilai keteladanan : “Beliau seorang motivator ulung, ahli strategi dan politik, dekat dengan ulama, teuku umar juga bisnisman, sosok yg dermawan, humoris dan setia kawan, taat aturan, sosok peduli rakyat, dan melindungi bangsa dan negera sampai beliau menjadi sosok pahlawan nasional sehingga mampu membangkitkan semangat orang banyak.

Comments

Popular Posts