CERITA PENDEK FANTASY ( cerpen )

 Choco Shop


Flo berjalan-jalan di sekitar kompleks perumahan Zamrud Ungu. Bagian luar rumah Flo bercat hijau, tetapi di dalamnya bercat putih. Kalau warna kamar, sih, biru. Padahal Flo suka sekali warna ungu tua, kayak nama kompleksnya. Hohoho Itu karena rumahnya sewaan. Jadi, nanti kena marah kalau dicat sembarangan.


Kompleks Zamrud Ungu ini cukup besar. Ada rumah sakit kecil, minimarket, toko bangunan, butik, salon, toko elektronik, toko bunga, dan lain-lain. Minimarketnya lengkap, loh! Ada juga yang rumahnya merangkap toko. Oh, ya, ada sekolahnya juga. Mulai dari TK, SD, SMP, sampai SMA. Semua berada di dalam satu area bangunan besar. "Flooo...! Bantuin Pak Gemuk membagikan brosur untuk pembukaan Choco Shop-nya, yuk!" panggil Aritya,


sahabat Flo.


"Oke! Aku ke sana!"


Pak Gemuk terlihat sedang meletakkan brosur-brosur ke dalam tiga keranjang kecil. Lucu banget bentuknya. Keranjang itu terbuat dari anyaman dan diberi warna cokelat. Gagang keranjang tersebut diberi pita merah muda. Lucu!


"Bu Gemuk mana, Pak?" tanya Flo.


ranjang ini, Flo yang bagikan. Kalau yang di keranjang ini mm, ada co "Bu Gemuk sedang berbelanja bahan-bahan untuk membuat cokelat," jawab Pak Gemuk. "Nah, yang di ke- Aritya yang bagikan. Sisanya, bagian Pak Gemuk. Kalian jelajahi kompleks, ya! Pak Gemuk akan membagikan brosur ini di sini, sembari menjaga toko." Pak Gemuk membagi- bagi tugas.


Flo dan Aritya mengangguk. Mereka berdua lalu men- jelajah kompleks dengan skuter mini milik Pak Gemuk. Sebenarnya, skuter mini itu milik kedua anak Pak Gemuk. Mereka sudah besar. Si Sulung SMA dan si Bungsu SMP. Sekolah mereka full day. Hanya libur pada hari Minggu. Itu pun kalau enggak ada ekskul atau ekstrakurikuler.


"Flo membagikan brosur ke rumah-rumah yang letaknya kita. Paling di pinggir kiri jalan, ya. Kalau Aritya, ke rumah-rumah yang ada minim ada di sebelah kanan jalan," ujar Pak Gemuk.


Flo mengendarai skuter berwarna putih kekuningan bergambar Donal Bebek, kalau Aritya mengendarai skuter bergambar Minnie Mouse berwarna merah bata. Flo mengunjungi rumah Bibi Heliconia, pemilik toko bunga. Tokonya itu berada di rumahnya.


"Assalamu'alaikum! Halo, Bibi Heliconia! Ini ada brosur. Besok, insya Allah akan dibuka Choco Shop milik Pak Gemuk. Letaknya di ujung jalan itu. Kalau bisa, datang, ya! Pukul satu siang setelah Zhuhur," sapa Flo.


"Wa 'alaikum salam! Hai, Flo! Iya, insya Allah Bibi akan datang. Hmm, ada cokelat diet, enggak?" canda Bibi Heliconia.


"Ada, dong! Choco Shop lengkap banget! Semuanya ada. Ya sudah, Flo pergi dulu, ya!" ujar Flo.


Bibi Heliconia tertawa. Flo tersenyum menyeringai memperlihatkan gigi - giginya


"Hmm, sekarang ke rumah Paman Alif, pemilik kompleks," gumam Flo.


Nah, hampir selesai. Terakhir, rumah Flo. Letaknya paling ujung, berada di paling depan kompleks, tepat di sebelah pintu masuk kompleks. Di depan rumah Flo adalah rumah Aritya. Paling ujung, berada di dekat pintu keluar kompleks, ada minimarket dan rumah sakit.


"Assalamu'alaikum! Ini, Flo!" kata Flo sambil membuka pintu rumahnya.


"Wa 'alaikum salam!" jawab Bunda, Ayah, dan kedua adik lelaki kembar Flo, Didi dan Didit serempak.


"Bunda, Ayah, Didi, juga Didit... Kakak bagikan brosur pembukaan Choco Shop, ya! Satu-satu! Besok, kita pergi ke sana. Bagaimana?" tanya Flo sambil memberi brosur. Mereka langsung membacanya.


"Boleh juga," kata Bunda dan Ayah bersamaan. "Asyiiik...! Pasti menyenangkan!" seru Didi dan Didit. Flo tersenyum senang. Dia lalu mengambil cangkir dan mengisinya dengan susu cair segar. Sluuurp ... segarnya!


"Ya, sudah! Flo balik dulu ke Choco Shop yang merangkap rumahnya Pak Gemuk, ya! Assalamu'alaikum!"


Bunda, Ayah, Didi, dan Didit mengangguk. "Iya. Wa 'alaikum salam!"


Flo mengambil skuter mini dan menuju rumah Pak Gemuk. Aritya sudah lebih dahulu berada di sana. Aritya dan Pak Gemuk sedang menghias toko. Semuanya ber- gambar cokelat yang lucu. Kata Pak Gemuk, logo Choco Shop-nya namanya "Koko". Aritya memberi stiker pada papan nama tokonya. Semua berwarna cokelat.


"Kalau makanan yang dijual adalah cokelat, berarti tokonya harus bernuansa cokelat juga," gumam Aritya.


Flo dan Pak Gemuk menoleh ke arah Aritya. "Betul juga!"


"Selesai!" seru Pak Gemuk, Aritya, dan Flo bersamaan. "Nah, sekarang kita bantu Bu Gemuk membuat cokelat, yuk!" ajak Pak Gemuk.


"Yeeey...! Bagian yang menyenangkan, nih!"


Mereka lalu masuk ke rumah Pak Gemuk dan menuju dapur. Di sana sudah ada Bu Gemuk yang sedang meng- aduk-aduk adonan cokelat cair di atas kompor.


"Hmm, wanginyaaa.... Pasti sedap, nih!" puji Flo dan Aritya.


Bu Gemuk tersenyum. "Nanti adonan cokelat ini di- cetak, lalu didinginkan. Jadi, deh, cokelatnya! Untuk adonan yang ini, akan dibentuk menjadi cokelat batangan. Setelah itu, baru dibuat cokelat lagi yang berbentuk hati atau apa pun sesuka kita."


"Waaah...!"


Aritya tergiur. "Boleh saya coba, Bu?"


"Boleh! Cobalah!" Bu Gemuk mengambil dua sendok kecil adonan cokelat cair. Satu untuk Flo dan satu lagi untuk Aritya.


Flo mendekatkan sendok berisi adonan cokelat cair ke mulutnya. Begitu juga Aritya.


"Lezat!"


"Apakah kalian mau membantu?" tanya Bu Gemuk. "Kalau kalian bersedia, tolong letakkan adonan ini ke dalam freezer."


"Tentu, dong!"


Flo dan Aritya memasukkan adonan cokelat ke dalam freezer."Nah, sekarang kita akan membuat cokelat praline. Mau?" tanya Bu Gemuk.. "Yeeey...!"


Bu Gemuk memberikan catatan resepnya untuk mem- buat cokelat praline.


___________________________

Cokelat Praline

~~~~~~~~~~~~~


*Bahan-bahannya:


* Cokelat batangan


• Kacang mede, kismis, choco chip (untuk topping)


• Panci tim besar berisi air mendidih


• Panci tim kecil untuk melelehkan cokelat


• Pengaduk


• Cetakan cokelat


*Cara membuatnya:


1. Cokelat batangan dipotong kecil-kecil, lalu dilelehkan dengan cara ditim. Caranya dengan mendidihkan air di dalam panci tim besar. Cokelat batangan yang sudah dipotong kecil-kecil diletakkan ke dalam panci tim kecil, kemudian dimasukkan ke panci tim besar yang berisi air yang dididihkan tadi. Perhatikan supaya tidak ada air yang masuk ke dalam adonan cokelat.


2. Setelah cokelatnya meleleh, cetak ke dalam cetakan yang diinginkan. Beri topping di atasnya. Biarkan sebentar hingga dingin. Setelah itu, simpan ke dalam freezer sampai membeku.


3. Cokelat praline bisa dihias warna-warni agar tampil annya terlihat lebih cantik. Gunakan cokelat putih yang diberi pewarna untuk menghiasnya. Buat adonan cokelat putih cair dengan cara yang sama.



4. Untuk membuat cokelat praline warna-warni, terlebih dahulu masukkan cokelat ke dalam freezer sampai sedikit beku. Hias dengan adonan cokelat warna-warni. Setelah dihias, baru dimasukkan kembali ke dalam freezer. Setelah beku, keluarkan cokelat dari cetakan. Cokelat praline yang cantik siap dihidangkan!

___________________________


"Cetakan cokelatnya seperti ini." Bu Gemuk menunjuk- kan cetakan cokelat berbentuk hati yang berada di tangannya.


Flo dan Aritya mengangguk-angguk. "Wah, sedap!" puji Aritya saat mencicipi cokelat praline yang dibuatnya.


"Banget!" tambah Flo.


Bu Gemuk tertawa sehingga perut gemuknya ber- guncang-guncang. "Karena kalian telah membantu, ini ada dua keranjang cokelat untuk kalian dan keluarga, ya!"


Flo dan Aritya memandang Bu Gemuk tak percaya. Mereka menunjuk keranjang yang dipenuhi cokelat, lalu menunjuk diri mereka. Bu Gemuk tahu kode itu. Beliau mengangguk.


"Asyiiik ...! Makasih, Bu Gemuk!"


Pak Gemuk melihat jam yang melingkar di tangannya. "Wah, sudah pukul 15.15! Sebaiknya kalian pulang. Sebentar lagi waktunya shalat Ashar."


Flo dan Aritya mengangguk. "Pak Gemuk dan Bu Gemuk, kami pulang dulu, ya! Assalamu'alaikum!"


"Wa 'alaikum salam!"


Sepuluh menit perjalanan dengan berjalan kaki ke rumah Flo.


"Assalamu'alaikum! Flo bawa sekeranjang cokelat dari Choco Shop!" seru Flo riang sembari membuka pintu.


Didi dan Didit menyerbunya. "Mana?"


Flo tersenyum. "Sabar! Mana Bunda dan Ayah?" "Itu dia!"


Tampak Bunda dan Ayah berjalan ke arah Flo. "Bunda dengar, ada sekeranjang cokelat diberikan oleh Bu Gemuk dan Pak Gemuk?" tanya Bunda.


Flo mengangguk sambil tersenyum. Dia membuka tutup keranjang. Didi dan Didit langsung mengambil cokelat dari keranjang cokelat tersebut. Didi mengambil permen cokelat hias. Hiasan cokelatnya berbentuk penguin, binatang kesukaannya. Sedangkan Didit mengambil cokelat praline yang berhias kismis dan choco chip.


"Didit, cokelat praline yang kamu pegang itu, Kakak yang buat, loh!" kata Flo bangga.


"Benarkah?" tanya Didit sambil mencicipi cokelat praline-nya. "Enak!"


Flo tersenyum. Bunda mengambil sebuah cokelat batangan yang isinya buah-buahan, seperti kiwi, stroberi, blackberry, dan mulberry.


"Bunda, itu cokelat diet, loh!" kata Flo.


Bunda tersenyum, lalu memakannya. Kalau Ayah meng- ambil white chocolate with nuts, sedangkan Flo mengambil chocolate truffle. Dia menikmati cokelat tersebut. Hmmm, enaknya! Seluruh anggota keluarga menikmati cokelat buatan Choco Shop. Kira-kira, besok pesta pembukaannya seperti apa, ya?Keesokan harinya 


Kami persembahkan... pesta pembukaan Choco Shop! Silakan mencicipi cokelatnya! Nah, di gerai ini, semuanya potongan harga. Selamat menikmati! Oh, ya, di gerai sebelah sana, kita bisa belajar membuat cokelat praline. Sekian!" Putra sulung Pak Gemuk dan Bu Gemuk memberi sambutan. Si Sulung namanya Afriyadi Lestari. Kalau si Bungsu namanya Afriyadi Cahyo.


"Betul! Kami perdengarkan musik-musik lembut supaya bisa lebih rileks di Choco Shop ini," tambah Afriyadi Cahyo. Dia mulai berduet dengan kakaknya.


Santai saja. Tak usah marah-marah, sedih, lesu, dan lainnya. Rilekslah di sini. Kamu bisa merasakan indahnya tempat ini. So, you can relax in this place.


This place is so beautiful, special, elegant, and relaxing.


Oh oooh .... Yeiii ... yeah! Oh oooh.... Yeiii... yeah!


Sungguh indah tempat ini. Kamu tentu bisa santai. Oh, yeah! Santailah di sini.


Alunan lagu "So Rile" dari penyanyi terkenal bernama Sity Aria Binty Daud mengalun indah. Lagu itu kesukaan Afriyadi Lestari dan Afriyadi Cahyo. Selain iramanya lembut, liriknya juga bagus.


"Bu Gemuk ... Pak Gemuk ... tempat ini adalah toko cokelat terbaik! Saya berikan piagam penghargaan!" puji Pak Arif, ketua masyarakat kompleks perumahan Zamrud Ungu.


Bu Gemuk dan Pak Gemuk membelalakkan matanya.


"Yeeey ...! Horeee ...!"


"Selamat, ya!"


Bu Gemuk dan Pak Gemuk yang sebenarnya bernama asli Asih Citra dan Afriyadi Surya menempelkan piagam penghargaannya di muka depan Choco Shop-nya.


"Cokelatnya enak!"


"Bukan! Lezat banget!"


"Mamma mia lezzato!"


"Dengar ... dengar...! Aku baru belajar membuat cokelat praline. Ternyata cukup mudah, loh! Bahkan, cokelat praline bikinan kita sendiri bisa langsung dibawa pulang tanpa membayar. Kita hanya membayar tiketnya tapi, murah, kok, cuma sepuluh ribu rupiah."


"Oh, aku mau juga!"


"Aku juga sudah membuat, loh, cokelat praline-nya!"


"Aku mau membeli cokelat diet untuk bapakku yang gendut. Beliau pengin cokelat, tapi enggak ada yang jual cokelat diet. Untung ada di sini."


Mendengar itu, Aritya berjalan ke tengah ruangan untuk mengambil mikrofon. Dia mau memberi tahu kepada para pengunjung tentang tersedianya cokelat diet di Choco Shop. Berbeda dengan Flo. Kalau Flo, dia... agak canggung.


"Hadirin semua! Di sini tersedia cokelat diet yang tera menggunakan gula diet, supaya tak membuat pelanggan- nya gemuk. Oh, ya, selain cokelat diet, ada juga black chocolate. Rasanya enak, tidak pahit. Ada juga cokelat buah. Cokelat ini juga enak. Terbuat dari potongan buah yang dicelupkan ke dalam saus cokelat. Choco Shop ini buka setiap hari," kata Aritya.


"Waaa... waaa...!" Semua bersorak gembira.


Setelah acaranya selesai


"Terima kasih, ya, Flo dan Aritya!" ucap Pak Gemuk. "Berkat kalian, Choco Shop ini ramai sekali!"


"Iya, sama-sama, Pak Gemuk," balas Aritya. "Kami senang bisa membantu," sambung Flo.


"Ini ada cracker choco!" Bu Gemuk memberikan kepada Flo dan Aritya masing-masing satu bungkus besar.


"Thank you, Bu Gemuk dan Pak Gemuk."


"You are welcome."

Comments