Hidup Udara Bersih

HIRUP UDARA BERSIH



Kehidupan tanaman hijau yang selalu di sebut dapat membuat populasi udara bersih. Tetapi polusi udara di beberapa negara di dunia, khususnya kota-kota besar minim penghijauan. Itu yang membuat pencemaran polusi udara yang meningkat, karena jalanan di kota yang selalu di penuhi asap kendaraan bermotor/mobil/truk dan asap yang berasal dari pabrik yang di bangun di sekitar kota tersebut. Itu yang membuat dampak buruk bagi kesehatan dan terancam macam penyakit, faktor risiko polusi udara terhadap respirasi ini pun cukup tinggi. PPOK bisa memiliki resiko pada pneumonia 32%, asma 27,95%, kanker paru-paru 12,5%, dan tuberkulosis 12,2%.

Disini juga ada faktor dari resiko udara kotor. Udara kotor atau polusi udara merepukan masalah yang sangat serius yang dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh kita. Inilah beberapa faktor resiko utama yang menyebabkan udara yang menjadi kotor, seperti :

1. Emisi Kendaraan Bermotor
   • Asap Kendaraan
     Pembakaran bahan bakar fosil dari
     kendaraan menghasilkan gas yang di
     buang dan mengandung berbagai
     polutan seperti karbon monoksida,
     nitrogen oksida, dan partikulat. 

    • Dampak : polutan ini dapat
       menyebabkan masalah bagi
       pernapasan, iritasi pada mata, dan
       penyakit jantung.

2. Aktivitas Industri
    • Pencemaran Pabrik
      Pabrik - pabrik, yang pasti
      menggunakan bahan bakar fosil atau
      proses kimia, melepaskan berbagai
      jenis polutan ke udara, seperti sulfur
     dioksida dan partikulat. Namun
     ada beberapa polutan utama yang bisa
     ditambahkan seperti :
     - Senyawa organik volatil (VOC)
       yang dapat menyebabkan iritasi pada
       mata, hidung, dan tenggorokan, serta
       dapat masalah kesehatan jangka
       panjang seperti kanker.
    - Ozon
      Ozon di permukaan bumi ini bersifat
      polutan dan dapat menyebabkan iritasi
      bagi saluran pernapasan, mengurangi
      fungsi pada paru - paru, dan
      memperburuk penyakit asma.
    - PM2.5
      Partikel ini sangat halus ini dapat
      menyebabkan 
      masuk ke dalam paru - paru
      dan bahkan masuk ke aliran darah, dan 
      memnyebabkan berbagai masalahan
      kesehatan seperti penyakit jantung,
      stroke, dan kanker paru - paru.

     • Dampak : Polutan pada industri pabrik
       dapat menyebabkan seperti, hujan
       asam, keruskan lapisan ozom, dan
       masalah bagi kesehatan secara serius.

3. Pembakaran Sampah
   • Asap Pembakaran
     Pembakaran sampah secara terbuka
     atau tidak sempurna dapat
     menghasilkan asap yang mengandung
     berbagai polutan yang berbahaya,
     termasuk dioksin dan furan.

   • Dampak : Paparan asap bagi 
     pembakaran sampah dapat
     menyebabkan timbul penyakit kanker,
     gangguan pada pernapasan, dan
     masalah bagi kesehatan lainnya.

4. Debu dan Partikel Halus
   • Debu Jalanan 
     Debu jalanan yang berasal dari aktivitas
     dari konstruksi, lalu lintas, dan erosi
     tanah.
   • Partikel Halus
     Partikel halus bisa menembus pertahanan alami tubuh dan masuk ke dalam bagian paru-paru, bahkan bisa masuk ke aliran darah.

   • Dampak : Debu dan Partikel halus juga
     dapat di simpulkan keduanya dapat
     menyebabkan penyakit :
    - Alergi 
      Polusi debu bisa memicu adanya reaksi
      alergi bagi beberapa orang, gejela
      yang dapat terjadi seperti hidung
      tersumbat, bersin - bersin, mata
      ber-air, dan gatal - gatal.
   - Iritasi pada saluran per-napasan
     Partikel yang terdapat dalam debu
    dapat mengiritasi saluran pernapasan,
    menyebabkan bantuk, tenggorokan
    menjadi gatal, dan kesulitan untuk
    bernapas.
   - Asma
     Paparan debu menyebabkan
     pemburukan bagi penderita asma, dan
    dapat memicu serangan asma yang
    akan parah dan sering terus terjadi.
   - Pneumoconiosis
     Penyakit ini termasuk dalam
     sekelompok penyakit paru - paru yang
     dapat di sebabkan karena menghirup
     debu secara terus - menerus dalam
     jangka waktu yang lama. Jenis
     pneumoconiosis termasuk yang paling
     umum adalah silikosis, yang dapat
     disebabkan karena menghirup debu
     silika.
   - Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
     Paparan debu dengan waktu jangka panjang
     ini dapat mempercepat perkembangan
     PPOK,
     suatu penyakit paru-paru pasti bisa  
     menyebabkan kesulitan dalam bernapas.

5. Kebakaran Hutan
   • Asap Kebakaran 
     Kebakaran hutan juga menghasilkan
     asap tebal yang dapat mengandung
     berbagai polutan berbahaya, seperti
     partikulat dan gas beracun.

    • Dampak : Asap bekas terjadinya
       kebakaran hutan dapat menyebabkan
       masalah pernapasan, iritasi pada
       mata, dan penyakit jantung.

6. Pembangkit Listrik Tenaga Batunara
   • Emisi Pembangkit Listrik
     Pembangkit listrik tenaga batubara
     merupakan salah satu sumber utama
     bagi emisi sulfur dioksida, nitrogen
     oksida, dan partikulat.

   • Dampak : Polutan dari pembangkit
     listrik dapat menyebabkan hujan asam,
     smog, dan masalahan kesehatan.

Penyebab Sumber Polusi lainnya :
   ▪︎ Pertanian
      Dengan kita menggunakan pupuk yang
      mengandung nitrogen sintetis dapat
      menghasilkan nitrous oxide yang
      merupakan gas pada rumah kaca dan
      juga polutan udara.

    ▪︎ Aktivitas Konstruksi
       Debu dari kegiatan aktivitas konstruksi
       mengandung berbagai partikulat yang
       dapat menyebabkan masalah bagi
       pernapasan.

    ▪︎ Produksi Energi
       Selain dari batubara dan gas alam,
       pembakaran biomassa seperti kayu
       juga dapat menghasilkan emisi
       polutan.

Dampak Lingkungan :
   ▪︎ Hujan Asam 
     Selain dapat merusak bangunan dan
     ekosistem perairan, hujan asam juga
     dapat mengasamkan tanah dan bisa
     mengurangi produktivitas pertanian.

   ▪︎ Pemanasan Global
     Terdapat banyak polutan udara yang
      juga merupakan gas rumah kaca yang
      berkontribusi pada perubahan iklim.

Terdapat pihak - pihak yang rentan terdampak penyakit dan terbagi menjadi 2, yaitu :
• Anak - anak
  Ini kenapa Anak - anak lebih rentan
  terhadap dampak dari polusi udara
  dikarenakan sistem pernapasan mereka
  masih di fase berkembang dan mereka
  cenderung lebih banyak menghabiskan
  waktu di luar ruangan.

• Lansia
  Lansia dan orang yang memiliki riwayat
  penyakit kronis seperti asma dan penyakit
  jantung juga lebih rentan terhadap
 dampak buruk dari polusi udara.

Mencegah pencemaran udara sangat penting untuk menjaga

kesehatan tubuh dan melindungi lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup yang baik. Udara yang bersih memungkinkan kita beraktivitas di luar ruangan dengan nyaman dan aman. berbagai tindakan dapat di lakuan dengan cara mengurangi emisi polusi udara dan dapat mengendalikan faktor- faktor penyebab pencemaran

Ada beberapa cara yang bisa di lakukan di lingkungan masyarakat sekitar, dari dengan cara sederhana, seperti:

1. Menghindari pembakaran sampah

       Meskipun terlihat seperti cara mudah untuk mengurangi volume sampah, namun praktik ini memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

2. Menghindari sumber polusi dan asap rokok

       rokok mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat merusak paru-paru dan organ tubuh lainnya. Paparan jangka panjang terhadap polusi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.

3. Menggunakan transportasi umum/berjalan/atau bersepeda

       salah satu langkah konkret yang dapat kita lakukan untuk mengurangi polusi udara dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

4. Menanam dan merawat pohon

       Menanam pohon adalah salah satu tindakan sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan dan kehidupan kita. Pohon sering disebut sebagai "paru-paru dunia" karena perannya yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

5. Mengurangi penggunaan kantong plastik.

       Plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami, bahkan bisa ratusan tahun. Jadi, Mengurangi penggunaan plastik adalah tanggung jawab kita bersama.

Polusi udara merupakan masalah serius yang membutuhkan perhatian dari seluruh lapisan masyarakat. Dengan memahami dampak dan penyebab polusi udara, kita dapat berperan aktif dalam upaya pencegahannya. Setiap tindakan kecil, seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi atau memilih produk ramah lingkungan, dapat berkontribusi dalam menciptakan udara yang lebih bersih dan sekat untuk generasi mendatang

Comments